ROAD MAP EKONOMI BARU INDONESIA

di depan peserta hari ulang tahun koperasi ke-59 yang jatuh pada tanggal 12 juli 2006 kemarin, presiden susilo bambang yudhoyono mengharapkan agar koperasi ikut andil memberikan penciptaan lapangan kerja, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan pendidikan dan kesehatan serta penguatan ekononomi sektor riil. pidato presiden tersebut perlu direspon secara positif. hal ini karena pembangunan ekonomi perlu disusun sebagai peta [road map] yang jelas dan terukur agar semua pihak terkait dapat berjalan dengan arah yang benar dan pasti.

Beberapa alasan pentingnya pidato presiden, penulis kira adalah belum sepenuhnya para pembantu presiden mengerti dan menjalankan kehendak [mulia] presiden untuk segera mengimplementasikan program-program yang ditawarkan sewaktu kampanye dan belum adanya tim ekonomi yang kuat untuk menjalankan misi kesejahteraan rakyat. tentu sangat disayangkan karena kita sudah meliberalisasi sektor politik tetapi belum di sektor ekonomi. kita sudah meliberalisasi sektor keuangan dan perbankan tetapi belum di sektor riil [ekonomi rakyat].

Di tengah menguatnya sistim pasar tentu saja ada banyak langkah yang harus segera dilakukan. beberapa yang perlu dikuatkan adalah, mekanisme pasar bebas perlu segera dikendalikan agar persaingan menjadi sehat dan fair, stabilitas makroekonomi perlu dipelihara, kebijakan monoter dan fiskal harus terkordinasikan, dan membuat kebijakan ekonomi semakin keluar [outward looking].

Tetapi secara detail, ada enam langkah baru [road map] yang harus ditempuh agar bangsa ini segera keluar dari krisis ekonomi yang berkepanjangan. pertama, melakukan pemetaan dunia usaha agar kita memiliki pengetahuan di mana basis keunggulan komparatif dan di mana kita memiliki keunggulan kompetitif. dalam hal ini pemerintah harus membentuk pusat data dan trading house yang berfungsi secara strategis menyuplai data bagi pegiat ekonomi [lokal, nasional maupun internasional]. bagi pemerintah, pembentukan lembaga ini bukanlah hal yang sulit. pemerintah bisa menugaskan perusahaan-perusahaan negara yang sudah mapan [pertamina, telkom] agar berfungsi sebagai pelopor (avant garde) pusat data tersebut. sedang untuk usaha kecil dan menengah [ukm] pemerintah bisa menunjuk bulog. sebagai bumn, bulog adalah institusi yang paling tepat dan cepat untuk melaksanakan atau menjadi pusat data dan trading house tersebut.

Kedua, penetapan kebijakan fiskal yang mengkondusifkan iklim usaha. dalam hal ini pajak dan pelayanan harus cepat dan efesien. perlu adanya reformasi pelayanan usaha agar memudahkan pelaku ekonomi menemukan kondisi yang menyenangkan ketika membayar pajak maupun mendapat penyaluran kredit. kita harus jeli bahwa menuntaskan kemiskinan diperlukan strategi besar yang harus dimiliki oleh aparatus birokrasi. terlebih kita adalah salah satu negara yang terlibat dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui millenium development goal's (mdg's). dengan mdg's ini strategi operasional untuk membangkitkan dan mengembangkan ekonomi kerakyatan guna menuntaskan kemiskinan menjadi keniscayaan.

Ketiga, penyediaan bantuan yang mempercepat perkembangan usaha. dalam hal penyediaan kemudahan bantuan/kridit, pemerintah dapat menugaskan bank rakyat indonesia (bri) sebagai lembaga yang bisa menjamin seluruh usaha [terutama ukm] untuk mengatasi masalah kemiskinan. bagaimanapun bri merupakan lembaga keuangan yang tepat, di samping secara manajemen cukup baik. tingkat jangkauan bri cukup luas sampai di tingkat kecamatan dan desa. melalui permodalan yang dilakukan oleh bri dan memanfaatkan jaringan koperasi simpan pinjam di pedesaan diharapkan penyaluran kredit kepada masyarakat akan lebih efisien dan dana masyarakat pedesaan akan berputar di sekitar pedesan pula

Keempat, dorongan dan perlindungan bagi segala usaha. strategi pengentasan kemiskinan belumlah cukup tanpa didukung oleh sejumlah gerakan nasional yang harus dilakukan secara bersamaan. misalnya gerakan mendorong masyarakat untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan bukan mencari kerja. kemudian gerakan efisiensi nasional atau gerakan pola hidup sederhana. melalui gerakan ini diharapkan masyarakat tidak menjadi konsumtif, tetapi sebaliknya masyarakat lebih produktif. dengan produktifitas yang tinggi kita akan memiliki daya tahan yang kuat terhadap krisis. sebab, selama ini ternyata sektor-sektor informal maupun sektor formal berskala kecillah yang paling siap menghadapi krisis ekonomi. meningkatnya sektor informal semenjak krisis memberi indikasi kuat bahwa dari sektor inilah masyarakat mencoba bertahan terhadap krisis. karena itu pemerintah perlu memfasilitasi berkembangnya sektor-sektor ini sebagai unit penyangga ekonomi masyarakat. bukan sebaliknya, pemerintah tidak begitu ramah terutama terhadap sektor-sektor informal.

Kelima, gerakan loyalitas konsumen dalam negeri untuk produksi dalam negeri. jika gerakan ini dilakukan dengan baik, maka sebenarnya sudah tersedia pasar yang cukup besar bagi seluruh hasil produksi. misalnya hasil produksi pertanian. sekitar 250 juta penduduk indopnesia merupakan potensi pasar yang bisa digali dalam upaya membangkitkan daya saing ekonomi rakyat. data yang disampaikan majalah economist (2004) memperlihatkan bahwa indonesia sebagai negara agraris adalah pengimpor besar produk pertanian. tentu saja upaya meningkatkan daya saing produksi dalam negeri bukanlah sesuatu yang mudah. kuncinya terletak pada komitmen pemerintah dan kita semua untuk membangkitkan rasa percaya diri dan rasa memiliki sebagai bekal menghadapi daya saing yang lebih tinggi [globalisasi].

Keenam, pengendalian modal asing serta produk impor. ini adalah turunan dari akibat globalisasi. dinamika perekonomian yang terbuka pada perdagangan global saat ini pada titik tertentu menghancurkan ekonomi dalam negeri. membanjirnya produk dari negara tetangga baik yang legal maupun yang ilegal telah mematikan potensi ekonomi lokal yang tengah berkembang. banyak pabrik ditutup karena tak lagi mampu bersaing dengan dinamika perekonomian global. para kapitalis global telah mematikan perekonomian lokal karena mereka punya segalanya; modal besar, jaringan kuat, lobi yang kuat dan sdm yang mumpuni. karena itu, indonesia oleh sejumlah ekonom, dinilai telah menjadi pasar yang paling liberal. tentu saja pasar yang hanya diisi oleh kapitalis-kapitalis tingkat dunia.

Pengendalian modal asing [deprivatisasi] dan pengecilan volume barang-barang impor menjadi kunci bagi berkembangnya ekonomi dan produk lokal. inilah enam langkah yang harus segera kita lakukan. syaratnya, strategi ini harus menjadi strategi kita semua, pemerintah dan masyarakat. inilah yang akan menjadikan bangsa indonesia mampu membuat blue print tentang enam hal penting bagi rakyatnya sesuai dengan pesan dasar uud-45; mentradisikan kesehatan, menyehatkan pendidikan, menyelenggarakan kebebasan, menjalankan keadilan, mengundangkan persamaan dan menjaga kesejahteraan. saatnya kita semua menajamkan paradigma kemerdekaan politik [welfare state] ke arah kemerdekaan ekonomi [welfare society] agar stabilitas ekonomi dan kemakmuran rakyat segera tercapai.[]

0 komentar:

Template by : Kendhin x-template.blogspot.com